Purwakarta – Dalam rangka meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan, Babinsa Desa Cibening Koramil 1907/Bungursari Kodim 0619/Purwakarta, Serka Edi Sudrajat, bersama personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan aparatur Pemerintah Desa Cibening meninjau jalur perlintasan kereta api di Jalan Galur, Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kondisi perlintasan kereta api aman dilalui kendaraan roda empat sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa kondisi jalur, akses keluar dan masuk kendaraan, serta situasi di sekitar perlintasan. Masyarakat juga diingatkan agar selalu mematuhi ketentuan keselamatan saat menyeberangi rel kereta api.
Babinsa Desa Cibening, Serka Edi Sudrajat, mengatakan peninjauan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Peninjauan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan perlintasan kereta api tetap aman dilalui kendaraan roda empat. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada, mematuhi rambu-rambu, dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberangi rel, ” kata Serka Edi Sudrajat.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Pengguna jalan diminta tidak terburu-buru dan selalu memperhatikan kondisi di kedua arah sebelum melintasi rel kereta api.
Personel Polsuska, Asep, menyampaikan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi sinergi dengan Babinsa dan Pemerintah Desa dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi rel kereta api, ” ujarnya.
Sinergi antara TNI, Polsuska, dan Pemerintah Desa Cibening menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Danramil 1907/Bungursari, Kapten Arm Safriadil, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat.
“Koramil akan terus mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan merupakan bentuk kepedulian TNI dalam menciptakan wilayah binaan yang aman dan kondusif, ” katanya.
Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kecelakaan.
“Kolaborasi antara TNI, Polsuska, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan keselamatan di wilayah. Kepedulian terhadap fasilitas umum seperti perlintasan kereta api harus terus ditingkatkan demi mencegah terjadinya kecelakaan, ” tutur Dandim.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., mendorong seluruh satuan jajaran agar terus melaksanakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami mendorong seluruh satuan jajaran untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang harus dijaga melalui sinergi dan kepedulian bersama, ” tegasnya.
Sementara itu, Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.I.P., M.Han., menekankan pentingnya kehadiran prajurit sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Prajurit Kodam III/Siliwangi harus senantiasa hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, kita wujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung keselamatan masyarakat dalam setiap aktivitasnya, ” ujar Pangdam.
Melalui peninjauan tersebut, kondisi perlintasan kereta api di Jalan Galur diharapkan tetap terpantau. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan juga diharapkan terus meningkat sehingga risiko kecelakaan dapat dicegah sejak dini. (PERS)

Edi S.1907